Friday , 24 May 2019
Home » AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA FENOLIK DARI TUMBUHAN PAKU PERAK (Pityrogramma calomelanos)
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA FENOLIK  DARI TUMBUHAN PAKU PERAK  (Pityrogramma calomelanos)
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA FENOLIK DARI TUMBUHAN PAKU PERAK (Pityrogramma calomelanos)

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA FENOLIK DARI TUMBUHAN PAKU PERAK (Pityrogramma calomelanos)

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SENYAWA FENOLIK

DARI TUMBUHAN PAKU PERAK  (Pityrogramma calomelanos)

Suyatno Sutoyo1, Ismono2, Mitarlis3 , Andika P. Wardana4

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Jl. Ketintang Surabaya (60231)1,2,3,4

E-mail: suyatno@unesa.ac.id

 

Abstrak: Tumbuhan paku perak (P. calomelanos) merupakan salah satu spesies tumbuhan paku dalam famili  Polypodiaceae  yang tumbuh secara luas di Indonesia. Masyarakat telah memanfaatkan tumbuhan ini sebagai tanaman hias, obat tradisional, serta fitoremidiasi tanah yang terpolusi oleh cemaran arsen dan logam berat. Tiga senyawa fenolik golongan flavonoid telah berhasil dipisahkan dari bagian aerial tumbuhan paku perak yakni 2’,6’-dihidroksi-4’-metoksidihidrocalkon, kaemferol dan kuersetin. Senyawa 2’,6’-dihidroksi-4’-metoksi dihidrocalkon diperoleh dari ekstrak diklorometana, sedangkan dari ekstrak aseton dihasilkan senyawa kaemferol dan kuersetin.  Pemisahan dilakukan menggunakan teknik kromatografi, pemurnian dilakukan dengan metode rekristalisasi, serta penentuan struktur molekul dilakukan dengan metode spektroskopi (UV, IR, NMR, dan MS) serta dibandingkan dengan data literatur.  Ketiga isolat flavonoid menunjukkan aktivitas antioksidan pada uji menggunakan metode DPPH, dengan IC50 masing-masing sebesar 435,90; 45,12 dan  29,18 ppm. Dengan demikian aktivitas antioksidan senyawa 2’,6’-dihidroksi-4’-metoksi dihidrocalkon tergolong lemah, sedangkan kaemferol dan kuersetin memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat kuat.

 

Kata-Kata Kunci: Tumbuhan paku perak, 2’,6’-dihidroksi-4’-metoksi dihidrocalkon, kaemferol, kuersetin, aktivitas antioksidan, DPPH

Abstract: The silver fern (P. calomelanos) is one of the fern species belonging to Polypodiaceae family which grows widely in Indonesia. It had been used by people as an ornamental plant, traditional medicine, and phytoremediation land polluted by arsenic and heavy metals. Three phenolic compounds of the flavonoid group had been separated from the aerial part of silver fern namely 2’,6’-dihydroxy-4’-methoxy dihydrochalcone, kaemferol and  quercetine. The 2’,6’-dihydroxy-4’-methoxy dihydrochalcone was obtained from the dichloromethane extract, whereas from the acetone extract was produced kaemferol and quercetine.   Separation was carried out by chromatographic techniques, purification by recrystallization method, and identification of molecular structure using spectroscopic evidences  (UV, IR, NMR, and MS) as well as by comparation with literature data. Three flavonoid isolate showed antioxidant activity in the assay using the DPPH method, with IC50 value of 435.90; 45.12 and  29.18 ppm, respectively. Thus  antioxidant activity of 2’,6’-dihydroxy-4’-methoxy dihydrochalcone was weak category, while kaemferol and quercetine had antioxidant activity with very strong category.

 

Keywords: The silver fern, 2’,6’-dihydroxy-4’-methoxy dihydrochalcone, kaemferol, quercetine, antioxidant activity, DPPH

 

Downloaf Artikel