Friday , 24 May 2019
Home » PengembanganVi-Lab sebagai Media Pembelajaran pada Sub Materi Kimia Unsur Oksigen
PengembanganVi-Lab sebagai Media Pembelajaran pada Sub Materi Kimia Unsur Oksigen
PengembanganVi-Lab sebagai Media Pembelajaran pada Sub Materi Kimia Unsur Oksigen

PengembanganVi-Lab sebagai Media Pembelajaran pada Sub Materi Kimia Unsur Oksigen

PengembanganVi-Lab sebagai Media Pembelajaran pada Sub Materi Kimia Unsur Oksigen

Soraya, Kusumawati Dwiningsih*, dan Sukarmin

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Jl. Ketintang Surabaya (60231), Telp. 031-8298761

E-mail: kusumawatidwiningsih@unesa.ac.id

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dari virtual laboratorium (vi-lab) yang dikembangkan. Vi-lab memuat materi mengenai kimia unsur oksigen dan ilustrasi pembuatan oksigen secara kimiawi. Kelayakan vi-lab dinilai dari validitas isi dan validitas konstruk. Validitas isi dari vi-lab dinilai pada aspek konsep kimia serta keakuratan data, fakta, gambar, diagram, dan ilustrasi yang digunakan, sedangkan validitas konstruk dari vi-lab dinilai pada aspek keruntutan konsep, keefektifan bahasa, dan konsistensi penggunaan istilah.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan model 4-D oleh Thiagarajan, namun hanya dilakukan sampai tahap ke- 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vi-lab secara keseluruhan dinyatakan valid sebagai media pembelajaran dengan perolehan nilai pada kriteria sangat valid.

 

Kata kunci:virtual laboratorium, media pembelajaran, validitas.

 

Abstract: This study aimed to determine the validity on the development of virtual laboratory (vi-lab). Vi-lab contained material about chemical element of oxygenand illustration of making oxygen chemically.Vi-lab assessed by content validity and construct validity. The validity of the contents of the virtual laboratory is assessed on aspects of the chemical concept as well as the accuracy of the data, facts, images, diagrams and illustrations. While the construct validity of the virtual laboratory is assessed on aspects of concept compliance, language effectiveness, and consistency in the use of terms. The type of research was the research and development of the 4-P model by Ibrahim, but it was only carried out until stage 3. The results showed that the virtual laboratory as a whole is declared valid as a learning media with the acquisition of values ​​in very valid criteria.

 

Key words:virtual laboratory, learning media, validity.

 

Download Artikel